Just another WordPress.com site

Analisis kualitatif

Analisis kualitatif 

analisis kualitatif : analisis yang berhubungan dengan identifikasi suatu zat atau campuran yang tidak diketahui.

analisis kuantitatif :  analisis kimia yang menyangkut penentuan jumlah zat tertentu yang ada di dalam suatu sampel.

bidang kimia analitik yang membahas tentang identifikasi zat-zat, mengenai unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel .

 

Identifikasi itu apa sih yang secara kalimat sederhana nya ??

mengidentifikasi itu dengan kata lain yaitu MENGENALI .

 

Jadi tujuaan dari analisis kualitatif  itu adalah untuk mengetahui suatu sample atau mengenali suatu senyawa-senyawa .

 

nah sekarang kita akan membahas tentang jenis-jenis dari analisis. jenis nya terbagi ke dalam 3 kelompok, yaitu sbb :

 

analisis makro => kuantitas ( jumlah ) zat 0,5 – 1 g , volume yang dipakai sekitar 20 mL

analisis semimikro => kuantitas zat sekitar 0,05 g , volume yang dipakai sekita 1 mL

analisis mokro => kuantitas zat kurang dari 0,01 g , volume yang dipakai sekitar < 1 mL

 

biasanya metoda analisis yang sering digunakan yaitu “analisis semimikro” , karena analisis tersebut memiliki beberapa keuntungan :

 

  • Penggunaan zat yang sedikit
  • Kecepatan analisis tinggi
  • Ketajaman pemisahan yang meningkat
  • Penggunaan asam sulfida lebih sedikit
  • Penghematan peralatan

 

Ada 2 aspek penting dalam analisis kualitatif, yaitu pemisahan dan identifikasi. Kedua aspek ini dilandasi oleh kelarutan, keasaman pembentukan senyawa kompleks, oksidasi reduksi, sifat penguapan dan ekstraksi. Sifat- sifat ini sebagai sifat periodik menunjukkan kecenderungan dalam kelarutan klorida, sulfida, hidroksida, karbonat sulfat dan garam-garam lainnya dari logam.

Walaupun analisis kualitatif (analisis klasik) sudah banyak ditinggalkan, namun analisis kualitatif ini merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum dan konsep-konsep dasar yang telah dipelajari dalam kimia dasar.

Setelah melakukan analisis kualitatif, diketahui komponen apa atau pengotor apa yang ada dalam sampel tertentu, seringkali diperlukan informasi tambahan mengenai berapa banyaknya masing-masing komponen atau pengotor tersebut. Beberapa teknik analisis kuantitatif diklasifikasikan atas dasar :

1. Pengukuran banyaknya pereaksi yang diperlukan untuk menyempurnakan suatu reaksi atau banyaknya hasil reaksi yang terbentuk.

2. Pengukuran besarnya sifat listrik (misalnya potensiometri)

3. Pengukuran sifat optis (pengukuran absorbans)

4. Kombinasi dari 1 dan 2 atau 1 dan 3.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s